Tinggalin yang Jual Mahal!

Kali ini saya ingin bercerita tentang manusia – manusia jual mahal. Saya harap setelah membaca cerita ini, kamu tidak lagi mengejar dia yang berlari.

Jujur saja, saat mengetik ini saya sedang merasa sedikit gemas. Saking gemasnya saya sampai ingin ngacak – ngacak dapur tetangga #eh.

Teman saya bercerita tentang seorang wanita yang disukainya. Saat itu, saya masih diam mendengarkan. Saya tidak tahu bahwa teman saya ini telah bersusah payah untuk mendapatkan kontak wanita tersebut. ‘Ah… dasar cowok lossy!’ komentar saya dalam hati. Untung saja dia telah terdaftar sebagai teman saya yang baik sejak saya belum mengenal HS, LL dan KC.

“Lan, si Angel kok susah gini ya di ajak jalan. Kenapa ya?” tanya teman saya yang lossy.

Kesalahan pertama : Angel yang susah di ajak jalan, tapi saya yang ditanya kenapa ya?

Kesalahan kedua : Kenapa harus memaksa orang yang tidak mau jalan sama kamu? Memangnya wanita itu hanya dia saja?

Saya diberitahu bahwa bersikap pasif jual mahal hanya akan menarik pria – pria rendahan dan para bajingan. Loh kok?

Awalnya saya pun terkejut dengan fakta tersebut. Saya sampai melakukan riset kecil-kecilan untuk membuktikan bahwa bersikap pasif jual mahal itu menarik pria – pria cupu dan playboy.

Bersikap pasif jual mahal memang hanya menarik pria – pria kualitas rendahan. Mengapa saya bilang mereka berkualitas rendah? Karena, pria – pria berkualitas menggunakan waktunya untuk meng-upgrade diri dan tidak memiliki waktu untuk meladeni wanita pasif jual mahal.

Mulanya saya kira hanya wanita saja yang melakukan aksi pasif jual mahal. Namun ternyata pria juga ada yang melakukannya. Haish!

Seorang teman wanita saya telah bertindak proaktif dalam mendekati pria yang diminatinya. Kesalahannya hanya satu ; NGAREP!

Pria yang diminatinya memberikan sambutan baik dan bersikap seolah dia juga tertarik pada teman saya ini. Dalam buaian harapan yang tinggi, akhirnya teman saya berani menyatakan perasaannya. Lalu, bagaimana tanggapan pria yang diminati teman saya itu? Dia mengajukan dua syarat sebelum memberikan jawaban menerima atau menolak.

Demi kejelasan status, teman saya menjalankan kedua misi yang diajukan. Lalu, apa jawaban yang diberikan oleh pria bersyarat itu? Dia menolak teman saya setelah teman saya melakukan misi kedua yang mempermalukan dirinya.Saya tidak bisa mengatakan apa – apa, karena semua sudah terjadi. Saya hanya mengatakan ; aku mah gak akan pernah ngelakuin apapun untuk orang lain kalau akunya gak suka dan gak bahagia.

Teman saya hanya diam tak ada tanggapan. Saya rasa dia kesal dengan apa yang saya katakan. Barangkali dia berpikir bahwa saya tidak mengerti betapa hancur hatinya. Mungkin juga dia merasa bahwa saya tidak mengerti, karena saya hanya suka bermain dan tidak memiliki target dari orang tua untuk segera menikah.Saat ini status saya baru followers LovableLadies atau biasa di singkat LL. Dari LL saya belajar bahwa bersikap proaktif bukan berarti kita menjadi mengejar. Karena, jika kita mengejar bertanda ada pihak yang berlari.

Ketika kita sudah mengambil selangkah dan dia ikut melangkah maju, maka kita bisa mengambil langkah berikutnya sampai akhirnya bertemu ditengah. Ketika sudah bertemu ditengah, tidak akan ada masalah siapa yang menembak duluan.

Ketika kamu mengambil langkah maju dan dia diam atau bahkan lari menjauh, kamu jangan ikut lari. Jangan ikuti permainannya. Berhenti dan berbaliklah. Masih banyak pria / wanita baik dan berkualitas yang siap dijadikan pasanganmu.

Demi hati yang tidak seharusnya terluka dalam dan cinta yang tidak seharusnya buta. Sadarlah kamu, bahwa cinta pun harus menyertakan logika.

Jual mahal adalah cara untuk memastikan kamu mendapatkan orang yang berkualitas untuk menjadi pasanganmu. 

Sayangnya, orang yang jual mahal adalah orang yang merasa dirinya rendah / murah, sehingga mereka jual mahal demi terlihat mahal.

Ah.. setelah menuliskannya, saya menjadi merasa sedikit lega XD

Terima kasih untuk kamu yang telah meluangkan waktu untuk membacanya. Semoga bermanfaat dan senang rasanya bisa berbagi 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s