Kita Selalu Pantas Mendapatkan Pasangan Hidup yang Baik

Pasangan hidup yang baik itu seperti apa sih?

Seseorang yang bisa mendampingi kamu saat susah maupun senang? Seseorang yang baik hati, ramah, tidak sombong dan tentunya rajin mengaji? Seseorang yang berwajah rupawan atau seorang jutawan? Seseorang yang bisa menerima kamu apa adanya dan bersedia menghabiskan sisa umur bersamamu? Atau yang bagaimana, sih, pasangan hidup yang baik ini?

Semua orang pasti ingin pasangan hidup yang baik dan berharap tidak salah pilih. Saya sendiri tidak tahu apakah saya ini bisa menjadi pasangan hidup yang baik untuk seseorang atau tidak. Saya hanya tahu, bahwa saya harus melakukan yang terbaik untuk diri saya sendiri. Terdengar egois, tapi memang seharusnya begitu. Saat ini, saya bukanlah orang yang pandai menyenangkan orang lain. Jika saya tidak mau, saya tidak akan pernah melakukannya. Terserah orang mau berpikir apa, yang jelas saya tidak perlu menodai kemurnian dan kesucian hati saya dengan perasaan tidak ikhlas.

Bisa jadi, saya ini pasangan hidup yang baik sekaligus buruk. Karena, saya memiliki metode pengajaran pada anak-anak dengan tidak menakut dan mengiming-imingi mereka dengan surga-neraka. Bukan, bukan berarti saya tidak akan memberitahu mereka perihal surga-neraka. Saya hanya ingin membuat mereka berpikir logis daripada sekadar merasa takut dalam melakukan sesuatu atau mengambil keputusan.

Saya dan kamu tentu berhak mendapatkan pasangan hidup yang baik. Tapi, saya maunya yang terbaik dari yang baik πŸ˜‹

Saya adalah pasangan hidup yang baik, karena :

1. Saya anak pertama.

Wakakakak… aneh bener, yak alesannya πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Tapi, ini serius. Sebagai anak perempuan pertama, saya menjadi anak yang mandiri dan bisa melakukan semuanya sendiri demi menjadi contoh yang baik serta perbandingan untuk adik-adik saya. Sebagai anak pertama, saya terbiasa dibebani tanggungjawab untuk mengatur rumah. Membuat saya bisa memasak dengan rasa markotop meski tampilan amburadul πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

2. Saya lulusan T. Arsitektur.

Sebelum tertawa, kamu harus tahu, betapa pentingnya berpasangan dengan arsitek. Berpasangan dengan arsitek, semua pasti aman terkendali. Kenapa? Karena, arsitek selalu memikirkan segalanya dengan detail. Arsitek itu dituntut untuk merancang bangunan yang tidak hanya kokoh tapi juga indah. Nah, bayangkan! Bangunan saja dirancang indah dan kokoh, apalagi rumah tangga! Selain itu, mereka itu jago membuat anggaran hidup dan mengkonsepkan masa depan.

Ga percaya? Yuk, nikah #eh πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

3. Saya Senang Tinggal di Rumah.

Konon katanya, perempuan itu baiknya tinggal di rumah. Tidak kelayapan, karena saat perempuan keluar rumah, setan-setan akan menggodanya. Wekekekek….

Saya ini memang senang tinggal di rumah, karena kegiatan yang saya sukai banyaknya kegiatan indoor. Misalnya, belajar memasak, membuat kue, membaca buku, menulis, menggambar, melukis, dan menonton drama atau anime. Tapi, bukan berarti saya tidak suka keluar rumah juga, sih. Karena, saya juga senang mengambil photo meski tidak bercita-cita jadi photographer, namun jika ada kesempatan tidak akan saya lewatkan πŸ˜„πŸ˜‚

4. Saya suka anak-anak dan anak-anak menyukai saya πŸ˜„Β 

Ini benar-benar keberkahan akibat memiliki banyak adik. Anak-anak kecil selalu mudah menyukai saya dan bahkan bisa menangis jika saya ber’dadah-dadah’ ria. Saya suka berbicara dengan anak-anak. Mereka punya segudang pertanyaan dan imajinasi yang absurd, tapi membuat kita belajar dari pertanyaan dan imajinasi mereka tentang segala hal. Kadang-kadang, anak-anak itu mengajari saya tentang banyak hal. Membuat saya terkagum-kagum akan kepolosan dan kebaikan mereka.Β 

Nah…

Jadi, mau punya anak berapa kita?

#uhuk πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s